Banjir meraja lela, Manusia jadi korban

Banjir mungkin sudah menjadi langganan untuk tiap tahunnya, apalagi di daerah yang sudah menjadi rawan banjir. Memasuki musim penghujan kali ini, tak henti hentinya hujan mengguyur kota Surabaya. Sudah beberapa hari belakangan ini hujan deras disertai angin kencang (Angin Puting Beliung) sudah menerjang di kawasan sudut kota di Surabaya. Tentunya, kita harus waspada dengan hal tersebut.

Mungkin dari peristiwa ini banyak sekali kerugian yang terjadi. Tapi kita sudah tidak bisa berkutik apa-apa lagi. Hal yang bisa kita perbuat yakni selalu menjaga dan melindungi lingkungan sekitar agar tidak terus menerus terjadi banjir salah satunya yakni tidak membuang sampah pada tempatnya. Tapi, apakah selama ini kita menyadari perbuatan seperti itu. Penyebab terjadi banjir itu juga karena ulah tangan manusia sendiri.


Sudah 2 hari berturut-turut Surabaya di guyur hujan dan banjir di mana-mana. Salah satunya yakni terdapat beberapa pohon yang tumbang, papan reklame yang jatuh dan yang pasti di alami oleh pengendara yakni Motor Mogok. Wah….kalo ma yang satu ini ga tau dech, binun ga’ bisa pulang donk.

Terjadinya jatuhnya billboard (Papan Reklame) Hotel JW Marriott di Jl. Embong Malang sekitar pukul 15.00 yang menelan 1 korban dan tiga pengendara lainnya mengalami luka berat. Selain akibat angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan deras. Ini merupakan tragedi yang tak terduga.

41100large1

kk59762_clip22Reklame yang roboh di depan Hotel JW Marriott Jl Embong Malang Surabaya.

kk59728_clip21Motor milik pengendara yang menjadi korban Robohnya papan reklame di Embong Malang.

Tak hanya itu saja yang menjadi peristiwa Hujan deras disertai angin yang kencang akhir-akhir ini. Selasa (16/12) sore membuat pengunjung Vida Swalayan terjebak di dalam. Pasalnya, air memenuhi pelataran parkir swalayan yang terletak di Jl. Mayjend Sungkono itu hingga setinggi lutut orang dewasa.

kk59768_clip21

Banjir di halaman parkir Vida Swalayan yang merendam motor.

Air juga merendam motor yang diparkir di halaman Vida Swalayan. Sehingga ini menjadi penghambat laju pengndara sepeda motor di ruas jalan tersebut. Kemacetanpun muncul.

Para karyawan Vida Swalayanpun tampak gelisah dan tidak bisa keluar karena terhadang oleh banjir yang menggenangi pertokoan tersebut.

Sumber : Foto diambil dari Suara Surabaya dan Jawa Pos.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: