Soerabaja Tempoe Doeloe

sby

Peristiwa 10 Nopember 1945 di Kota Surabaya merupakan peristiwa besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya. Dengan semboyan “Merdeka atau Mati” dengan gagah berani dan dengan semangat rela berkorban demi nusa, bangsa, jiwa dan raga, mereka mempertaruhkan demi tegaknya Kemerdekaan Republik Indonesia sampai titik darah penghabisan.

Mengingat betapa pentingnya nilai peristiwa bersejarah ini, tentunya untuk mengenang kembali betapa besar jasa para pahlawan yang gugur mendahului kita yang rela berkorban demi mempertaruhkan Kota Surabaya ini yang di kenal dengan sebutan “Kota Pahlawan”.

Untuk mengingat dan mengenang perjuangan para pahlawan, maka di bangunlah tempat-tempat yang layak untuk dikenang yang kemudian dijadikan suatu wahana tempat wisata sejarah “Napak Tilas Pertempuran Arek-Arek Suroboyo”.

Banyak tempat yang menjadi saksi perjuangan pahlawan yang mencucurkan darah mereka, sampai akhir hayatnya. Tempat yang menjadi saksi itu Sekitar Jembatan Merah (Gedung Internatio), Sekitar Tugu Pahlawan (Markas Kentepai Jepang / Gedung Raad Van Justitie) dan Hotel Mandarin Majapahit (Hotel Orange / Hoteru Yamato) bnyak yang lainnya ± 50 Titik tempat bersejarah lainnya.

Baik tempat maupun lokasi zaman sekarang maupun yang lalu, tentunya terdapat perbedaan baik jalan, bangunan, lokasi dsb. dan kali ini saya akan memberikan contoh arsitektur bangunan sekarang dengan tempo lalu.

11Toegoe Pahlawan

121Dimasa lalu sebuah jalur treem listrik melintas di jalan Tugu Pahlawan, tapi saat ini jalur tersebut sudah tidak ada lagi. Sekurangnya ada 9 jalur untuk kendaraan roda empat yang melintas di jalan itu

31Masjid Kemajoran

32Masjid kemayoran yang sekarang sperti sudah terlihat tertata dan masih tetap berada di Jl. Indrapura

41Kawasan Kembang Jepun tempo dulu

42Kawasan jalan Kembang Jepun yang menjadi pusat perdagangan di Surabaya. Kawasan ini biasanya disebut dengan Kya-Kya atau China Town

51Kawasan Jembatan Merah dengan background gedung Internatio

52

Sampai hari ini kawasan Jembatan Merah masih dipakai untuk 2 jalur. Gedung Internatio yang menjadi background tertutup dengan pepohonan dan reklame yang besar

71Suasana sekitaran Blauran Surabaya antara tahun 1955-1966

72Inilah kawasan Baluran yang sekarang, yang masih tetap padat dengan kendaraan lalu lalang

91Gedung Lindeteves Stokvis 1913 Jl. Pahlawan

92Gedung ini sekarang ditempati oleh Bank Mandiri, sementara didepannya arus lalu lintas yang cukup padat

21Stasiun Goebeng Lama

22

Banyaknya pepohonan yang tumbuh, para pedagang yang berjualan menjadikan tempat ini menjadi ramai dan bangunan stasiunpun masih berdiri

10Jalan Tunjungan Tempoe Doloe

111Pintu Gerbang Dermaga Tanjung Perak 1942

Itu tadi merupakan gambar yang masih di simpan dan menjadi sebuah karya, barang berharga, atau arsip dari kota tersebut.

Untuk cerita tentang asal usul kata Surabaya dan lambangnya, kita lanjutkan dilain waktu.

Sumber : Foto didapat di Suara Surabaya/surabaya tempo dulu/

5 Tanggapan to “Soerabaja Tempoe Doeloe”

  1. surabaya tempo dulu itu persis nganjuk tempo sekarang.. wahahaha…

  2. beeedeee bisa ajj ni mas ndop hehhehehe

  3. d't_luphely,f Says:

    weLeh,wELeh……nGanJuk mah tetAp yaNg teRbaek yoWw…….paPun tU.!hEhHe,,, n SUrAbAya teMpo duLu lEbih kEren dAriPada seKarang?????????????

  4. Bagus lo resensinya ……meski aq tidak mengalami masa itu …namun romatisme muncul dgn melihat gambar itu oleh karena aq dibesarkan disurabaya mulai dari umur 4 tahun ( tahun 1954 ).
    Bravo

  5. Keren bgt, bs ga sy dapatkan file yg ukuran lebih besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: