“Perempuan Berkalung Sorban”

film20041Setelah sukses dalam film yang berjudul Ayat-Ayat Cinta novel karya Habiburrahman El Shirazy yang cukup menyedot perhatian masyarakat di Tanah Air, kini Hanung Bramantyo kembali mesutradarai film yang berjudul Perempuan Berkalung Sorban novel karya  Abidah El Khalieqy.

Film yang serentak ditayangkan di bioskop-bioskop di berbagai kota di Tanah Air pada tanggal 15 Januari 2009 dengan jenis film berupa Dramayang diperankan oleh beberapa aktor dan artis ibukota yang bisa dibilang cukup profesional dibidangnya yang tak kalah heboh dan semaraknya dengan Ayat-Ayat Cinta itu cukup menyedot perhatian masyarakat Tanah Air.

Sekilas Kita tengok filmnya yuk….

Kisah berawal dari sebuah pesantren Al-Huda di Jawa Timur milik Kyai Hanan (Joshua Pandelaky) pada tahun 80-an. Seorang gadis berumur sepuluh tahun Annisa (Nasya Abigail) yang menjadi anak ke tiga dari sang Kyai berbeda dengan gadis kecil lainnya di daerah tempat pesantren itu. Ketika kedua saudara laki-lakinya belajar menunggangi kuda, Annisa kecil ingin juga belajar. Namun, dia dilarang oleh kedua orang tuanya, karena dia seorang perempuan.

Annisa merasa tak nyaman dengan lingkungan pesantren dan keluarganya karena selalu ‘menyampingkan’ statusnya sebagai perempuan dengan alasan syariat Islam. Untungnya ada salah satu orang yang mengerti kegelisahan Annisa yang keras kepala dan mengajari Annisa naik kuda, dia adalah Khudori (Oka Antara) seorang lelaki cerdas dengan pikiran terbuka. Namun, perlindungan Khudori tak berlangsung lama karena dia harus pergi ke Al-Azhar di Kairo untuk melanjutkan kuliahnya dan meninggalkan Annisa sendirian.

Annisa (Revalina S Temat) telah remaja dan memutuskan untuk melamar beasiswa di sebuah Universitas Islam di Yogjakarta. Namun, Annisa mendapat garis lain dalam hidupnya yaitu masuk ke dunia pernikahan. Annisa dijodohkan dengan Samsudin (Reza Rahadian) anak seorang Kyai yang membantu pesantren Al-Huda. Dunia pernikahan dirasa Annisa buruk karena perbuatan kasar dan tekanan yang dilakukan sang suami. Tak hanya perlakuan kasar yang didapatkan, Annisa juga dipoligami. Annisa tak bisa berbuat apa-apa karena syariat Islam yang selalu ada dalam dirinya bahwa perempuan harus mengikuti apa yang dilakukan suami dan menurut apa kata suami.

Annisa selalu merasa kalau perempuan menjadi warga negara kelas dua, ditindas hak-haknya dan dilupakan suaranya. Namun, semuanya berubah ketika Khudori datang kembali ke Al-Huda dan bertemu dengan Annisa. Benih-benih cinta yang dirasakan sejak kecil masih ada dalam diri Annisa dan Khudori. Mereka pun disangka telah melakukan hal yang tak diperbolehkan sebagai seorang lelaki dan istri orang. Annisa akhirnya diceraikan sang suami dan dia memutuskan untuk pergi ke Yogjakarta.

Di Yogjakarta Annisa mulai memperlihatkan bakatnya dengan menulis. Dia bekerja di sebuah kantor konsultan dan menjadi konsultan handal. Tak disangaka, disana Annisa dan Khudori dipertemukan kembali, akhirnya merekapun menikah. Dan kembali ke Al-Huda dengan membawa buku-buku karyanya. Annisa ingin santri-santri yang ada di sana belajar memperjuangkan haknya sebagai perempuan dengan banyak membaca dan menulis. Namun, di pesantren itu terdapat larangan membaca buku yang berbau dunia luar. Annisa memperjuangkannya dengan membuat perpustakaan di Al-Huda.

Thu tadi cuplikan dari Film Perempuan Berkalung Sorban. Bagi Anda yang belum menonton di Bioskop kesayangan anda, buruan nonton. Keburu Tiketnya habis😀🙂

Selamat Menonton, semoga dengan hadirnya film ini dapat memberi manfaat bagi kita semua khusunya untuk kaum hawa. Untuk bisa menjadi Wanita yang Muslimah dan bepegang teguh pada acaran islam, selagi itu tidak bertentangan.

7 Tanggapan to ““Perempuan Berkalung Sorban””

  1. uda liat belom? ayo nonton bareng ama saia?

    *alibi lain daripada ajakan kencan*

  2. islam memang sungguh indah, telah di atur setiap detail kehidupan ini. tak terkecuali soal pernikahan. wahai kaum hawa jangan mau dibodohi dengan dalih pacaran, atau apapun namanya yang jelas dalam islam tidak ada yang namanya pacaran.
    kalau misalkan nikah adalah jalan yang terbaik untuk menghindari jina,kenapa takut menikah? menikah dini banyak manfaatnya kok.he…he..

  3. ntn bareng yuk😀

  4. Accank_Makassar Says:

    Saya belum nonton sehhh…..

    tapi cuplikan diatas, saya dapat menarik semcam kesimpulan yaitu :

    Walau judulnya bagus, namun disatu sisi hampir 2/3 film ini mendiskreditkan ISLAM. dan bagi yang fobia terhadap penegakan syariat ISLAM akan semakin yakin bahwa nasib mereka akan sama dgn annisa bila syariat islam itu berlaku di seluruh indonesia.

    maaf…….

  5. mbak…salam dari madiun…minta alamat yang bisa dihubungi dari mbak abidah si penulis perempuan berkalung sorban dong

  6. alowww neng neh gua ga kenal? rugi dweh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: